Yulita, 33 tahun, hanya berdiam di rumah. Ia tak pergi ke TPS (tempat pemungutan suara) untuk ikut pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Kota Pangkalpinang. Ia sejak pagi mengurung diri di rumahnya. Yulita dan Basri, suami istri ini tak bisa ikut mencoblos karena tak dapat kartu pemilih. Basri akhirnya memilih untuk pergi ke TI. “Ah saya dak tahu mau ke mana. Paling hanya menunggu kalau ada panggilan untuk nyoblos. Habis gimana mau ke TPS gak punya kartu pemilih,” tuturnya. Padahal menurut Yulita, ia dan suaminya memiliki KTP (Kartu Tanda Penduduk) Kelurahan Tuatunu Indah. (lagi…)


