September 2008


 

Yulita, 33 tahun, hanya berdiam di rumah. Ia tak pergi ke TPS (tempat pemungutan suara) untuk ikut pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Kota Pangkalpinang. Ia sejak pagi mengurung diri di rumahnya. Yulita dan Basri, suami istri ini tak bisa ikut mencoblos karena tak dapat kartu pemilih. Basri akhirnya memilih untuk pergi ke TI. “Ah saya dak tahu mau ke mana. Paling hanya menunggu kalau ada panggilan untuk nyoblos. Habis gimana mau ke TPS gak punya kartu pemilih,” tuturnya. Padahal menurut Yulita, ia dan suaminya memiliki KTP (Kartu Tanda Penduduk) Kelurahan Tuatunu Indah. (lagi…)

 

Zakaria alias Jack, 49 tahun, warga asal Lorong Darja, Palembang, untuk sementara waktu terpaksa menghentikan kegemarannya mengarungi lautan. Lelaki yang biasa memandang lautan lepas juga tidak akan bisa lagi melihat indah dan birunya laut. Dia kini terkungkung dalam ruangan dan statusnya pun kini berubah menjadi narapidana. (lagi…)

H Istakama, Tokoh Masyarakat Koba

Masyarakat Koba sudah tak respek lagi dengan kehadiran PT Koba Tin. Dalam perjalanannya, perusahaan yang saham 75% dimiliki Malaysia Smelting Corporation dan PT Timah sebesar 25%, dinilai telah masyarakat telah banyak menyalahi aturan dan juga sub kontrak yang berlaku. 

Menurut H Istakama, salah tokoh masyarakat Koba yang cukup vokal menyoroti keberadaan PT Koba Tin, mengatakan, manajeman Koba Tin sekarang ini kacau balau. Malah ada indikasi yang kuat, perusahaan yang dilindungi undang-undang penanaman modal asing ini, akan merekayasa agar dinyatakan pailit oleh pengadilan. “Indikasi ke arah itu sudah jelas dengan berkurangnya aset-aset yang dimiliki Koba Tin,” ujar Istakama.

(lagi…)

Suherman, Wakil Ketua Komisi A DPRD Bangka Tengah

Sementara itu, di tempat terpisah, ketika ditanyakan sekaitan tuntutan Gerakan Masyarakat Bangka Belitung Bersatu (GMBBB), Suherman, Wakil Ketua Komisi A DPRD Bangka Tengah, mengatakan, sejauh ini ia belum mengetahui kebenaran pelanggaran yang dilakukan oleh PT Koba Tin, seperti tuntutan yang disampaikan GMBBB. Namun demikian, selaku bagian dari masyarakat Bangka Tengah sangat mendukung keinginan Gubernur Eko Maulana Ali untuk membentuk tim investigasi yang akan diterjunkan langsung ke lapangan untuk menindaklanjuti laporan masyarakat. (lagi…)

Puluhan angkutan kota jenis mikrolet berbaris di halaman gedung DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Ratusan penumpangnya berhamburan dari angkot itu untuk mencari tempat berlindung. Tua muda berdesakan. Dan sebagian ibu-ibu terlihat menggendong anaknya. Panas matahari menyengat tajam, walau hari belum begitu siang. Keringat meleleh dari kening mereka. Mereka mau berdemo. Menyuarakan aspirasinya: menolak kehadiran sebuah perusahaan yang bergerak di bidang pertimahan: PT Koba Tin. (lagi…)