Asmat (60) memang tak pernah membaca buku atau mendapat bimbingan tentang bagaimana berternak sapi yang baik. Warga Selindung Baru Kota Pangkalpinang ini hanya belajar dari pengalaman dan keberanian. Berternak sapi katanya hanya iseng sebagai pengisi waktu.
Seingatnya, pertama membeli seekor sapi betina untuk dipelihara tak beberapa lama anak keempatnya lahir “Harga saat itu saya beli Rp 14 ribu. Uang itu saya kumpulkan dari hasil kerja mengaspal jalan di sekitar Jalan Sudirman. Gaji per hari yang saya terima saat itu Rp 6.500,” katanya. (lagi…)
