Metro Headline


H Istakama, Tokoh Masyarakat Koba

Masyarakat Koba sudah tak respek lagi dengan kehadiran PT Koba Tin. Dalam perjalanannya, perusahaan yang saham 75% dimiliki Malaysia Smelting Corporation dan PT Timah sebesar 25%, dinilai telah masyarakat telah banyak menyalahi aturan dan juga sub kontrak yang berlaku. 

Menurut H Istakama, salah tokoh masyarakat Koba yang cukup vokal menyoroti keberadaan PT Koba Tin, mengatakan, manajeman Koba Tin sekarang ini kacau balau. Malah ada indikasi yang kuat, perusahaan yang dilindungi undang-undang penanaman modal asing ini, akan merekayasa agar dinyatakan pailit oleh pengadilan. “Indikasi ke arah itu sudah jelas dengan berkurangnya aset-aset yang dimiliki Koba Tin,” ujar Istakama.

(lagi…)

Suherman, Wakil Ketua Komisi A DPRD Bangka Tengah

Sementara itu, di tempat terpisah, ketika ditanyakan sekaitan tuntutan Gerakan Masyarakat Bangka Belitung Bersatu (GMBBB), Suherman, Wakil Ketua Komisi A DPRD Bangka Tengah, mengatakan, sejauh ini ia belum mengetahui kebenaran pelanggaran yang dilakukan oleh PT Koba Tin, seperti tuntutan yang disampaikan GMBBB. Namun demikian, selaku bagian dari masyarakat Bangka Tengah sangat mendukung keinginan Gubernur Eko Maulana Ali untuk membentuk tim investigasi yang akan diterjunkan langsung ke lapangan untuk menindaklanjuti laporan masyarakat. (lagi…)

Puluhan angkutan kota jenis mikrolet berbaris di halaman gedung DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Ratusan penumpangnya berhamburan dari angkot itu untuk mencari tempat berlindung. Tua muda berdesakan. Dan sebagian ibu-ibu terlihat menggendong anaknya. Panas matahari menyengat tajam, walau hari belum begitu siang. Keringat meleleh dari kening mereka. Mereka mau berdemo. Menyuarakan aspirasinya: menolak kehadiran sebuah perusahaan yang bergerak di bidang pertimahan: PT Koba Tin. (lagi…)

Jaringan Mafia Ikan di TPI Pangkalbalam

Bagaimana menurut Anda kondisi nelayan saat ini?

Dari pengamatan saya selama ini, kondisi nelayan tidak pernah berubah, baik dari segi ekonomi maupun aspek sosial lainnya. Sementara kekayaan laut kita berlimpah dan hasil tangkapan mereka cukup bagus. Jika dibandingkan dengan nelayan negara lain, nelayan kita bisa dikatakan sangat miskin. (lagi…)

Penghasilan Nelayan Meningkat Setap Tahun

Bisa digambarkan pola dan distribusi ikan tangkapan nelayan di Bangka?

Ada tiga pola dalam mendistribusikan hasil tangkapan nelayan. Pertama, nelayan yang baru pulang melaut langsung menjual hasil tangkapannya di TPI (Tempat Pelelangan Ikan). Di TPI, konsumennya adalah para pedagang pengumpul maupun sentra-sentra nelayan. Kedua, nelayan menjual hasil tangkapannya melalui pedagang pengumpul. Setelah itu, pedagang pengumpul mengadakan lelang langsung di mana pembelinya sentra nelayan yang berjumlah 41 sentra atau diekspor ke luar daerah. Dan ketiga, nelayan menjual hasil tangkapannya melalui pedagang pengumpul dan pedagang pengumpul langsung menjual ikan yang dibeli dari nelayan tadi ke pasar ikan tanpa dijual ke sentra nelayan atau diekspor. (lagi…)

“Tengkulak Sangat Membantu Masyarakat”

Bisa digambarkan bagaimana kehidupan nelayan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ?

Kehidupan nelayan di Bangka Belitung sudah meningkat hal ini terbukti dari rumah-rumah nelayan yang berada di desa-desa sudah permanen dengan pasilitas TV berwarna di rumahnya, serta dapat diperkirakan penghasilan nelayan sekali melaut sekitar Rp40-50 ribu. (lagi…)

Tengkulak atau ijon punya kisah yang “unik” dengan nelayan tradisi. Di di PPI Pangkalbalam puluhan tengkulak setiap hari melakukan “transaksi” dengan nelayan. Hubungan nelayan dengan tengkulak berbentuk mutualisme: Saling menguntungkan kedua pihak. (lagi…)

Kemesraan yang Tak Boleh Berlalu

“Cuaca kurang bagus untuk melaut,” kata Kasmidi (40), salah seorang nelayan Sungailiat kepada Metro Bangka Belitung. Sebulan terakhir cuaca memang sangat buruk. Angin kencang ditambah dengan gelombang tinggi memaksa nelayan memarkir perahunya. (lagi…)

Hidup Dililit Tengkulak

Sebulan terakhir, nelayan di Bangka Belitung dan juga daerah-daerah lainnya di Indonesia tak bisa melaut. Cuaca yang tak bersabahat, membuat mereka—untuk sementara—menambatkan perahunya. Sebagian ada yang memperbaiki perahunya, dan ada pula—untuk nelayan di Bangka Belitung—beralih menjadi buruh Tambang Inkonvensional (TI). Sebagian lagi tetap bertahan dengan memanfaatkan tabungan yang tersisa. (lagi…)

PKS Tak Campuri Urusan Partai Lain

Proses pemilihan kepala daerah secara langsung (Pilkada) di Kabupaten Bangka yang akan digelar pada 24 Juni 2008 bergulir seirama dengan munculnya berbagai intrik. Beberapa kalangan mengatakan, banyak balon Bupati Bangka yang telah memulai curi start. Hal ini terlihat dari banyaknya baliho, spanduk, poster, dan kartu untuk publik yang bergambar balon. Mereka, para balon itu, berpendapat, semua itu cuma sosialisasi kepada masyarakat. Namun, tak semuanya bisa menjelaskan program konkret yang akan dilakukan jika terpilih sebagai Bupati Bangka. Berikut petikan wawancaranya Metro Bangka Belitung dengan calon Wali Kota Pangkalpinang.

 

PKS telah mengadakan MOU  dengan PAN pada tanggal 4 April yang lalu, tapi kenyataannya sekarang PAN sendiri telah mengusung kandidat yang lain. Bagamana  komentar Anda?

PKS sangat taat kepada aturan dan hukum, baik itu aturan umum maupun sepesifik, yaitu aturan organisasi. Jadi yang telah dilakukan PKS dengan PAN kami anggap sesuai dengan aturan dalam koridor yang ada di PAN. Seandainya ada konflik di tubuh PAN tentu itu bukan wilayah kami dan kami serahkan kepada PAN. Maunya kami tidak adanya konflik jangan sampai  keberadaan PKS menimbulkan konflik di tubuh PAN. Untuk sekarang ini kami jalankan sesuai dengan mekanisme. Seandainya melalui mekanisme tetap gagal bagi kami tidak masalah. Itu politik yang terjadi dalam negeri kita bahwa kepentingan yang sifatnya personal, golongan tertentu, bahkan menyangkut masalah kepentingan uang lebih dipentingkan daripada kepentingan bersama untuk membangun perubahan. Yang pasti PKS tidak akan terlalu mencampuri urusan PAN, tidak akan panik, cemas ketika ini terjadi.   (lagi…)

Halaman Berikutnya »